Rabu, 11 Mei 2011

Pengertian Sistem Operasi



A.    Pengertian Sistem
Sistem dapat dijelaskan secara sederhana sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan yang lainnya untuk tujuan bersama. Semua sistem merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, seperti subsistem devisi, departemen, bagian dan lain sebagainya yang merupakan bagian dari sistem organisasi.

Burchdan Starter, mendefinisikan bahwa (1, hal.II-5) :
“Sistem adalah sebagian suatu kumpulan-kumpulan atau susbsistem-subsistem yang dirancang dan disatukan untuk mencapai tujuan tertentu.”

Award, dalam bukunya, Sistem Analisys and Design, menyatakan sebagai berikut (1, hal.II-5) :
“Sistem diartikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari atas komponen-komponen (subsistem-subsistem) yang saling berhubungan erat menurut suatu rencana tertentu dalam upaya mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.”

Murdick and Ross dalam bukunnya, Information System for Modern Management menyatakan bahwa (10, hal.9) :

“Sistem adalah suatu susunan elemen-elemen yang berinteraksi dan membentuk satu kesatuan yang integeral untuk mencapai tujuan bersama dengan mengoperasikan data dengan referensi waktu untuk mendapatkan informasi.”

Gordon B. Davis membagi sistem dalam 2 pengertian, sistem abstrak dan sistem fisis (3, hal.3) :

Sistem abstrak adalah suatu susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi-konsepsi yang saling tergantung satu sama lain.
Sistem fisis adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk mencapai tujuan.”

Dari definisi-definisi tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa :

     Sistem adalah suatu unit yang terdiri dari komponen-komponen yang bersifat sederhana hingga yang bersifat kompleks dan memiliki sifat saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya sehingga komponen tersebut akan diidentifikasikan sebagai suatu kesatuan, baik fungsional, maupun logika.

B.   Pengertian Data

Data berasal dari bahasa latin yaitu “Datum” yang berarti fakta. Dalam perkembangannya, data tidak terlalu mempunyai arti fakta atau kejadian yang kongkrit atau actual, tetapi data juga mengasumsi sesuatu yang tidak pernah terjadi, misalnnya ide.
Dalam perancangan database, data diasumsikan sebagai penjelasan atau gambaran dari fenomena atau ide yang dipertimbangkan oleh manusia dalam rangka memformulasikan dan mencatatnya. Untuk lebih jelasnya akan dikutip beberapa pendapat tentang data sebagai berikut :

            Menurut Gordon B. Davis (3, hal.23) :
“Data adalah bahan bagi informasi dirumuskan sebagai kelompok lambing-lambang tidak acak yang menunjukkan jumlah-jumlah, tindakan-tindakan, hal-hal dan sebagainya. Data dibentuk dari lambing grafis, alphabetis, dan lambing-lambang khusus seperti : *,$~. Data disusun untuk tujuan menjadi susunan data, susunan kearsipan, dan pusat data atau landasan data.”

            Award, mendefinisikan data sebagai berikut (1, hal.6) :
“Data adalah sekumpulan fakta dasar tentang orang, transaksi atau kejadian.”
            Murdick dan Ross menyatakan data sebagai berikut (10, hal.6) :
“Data adalah akta atau angka-angka yang sedang digunakan pada proses pengambilan keputusan, dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali untuk proses pengambilan keputusan.”

          Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

“Data adalah fakta-fakta dan angka-angka yang pada dasarnya belum berarti apabila belum diolah dalam struktur atau sistem tertentu dalam suatu media tertentu untuk membentuk suatu teori, konsep-konsep dan selanjutnya dapat dimengerti.”

C.   Pengertian Informasi

          Informasi merupakan hasil suatu proses. Prose itu berdiri sendiri dari kegiatan-kegiatan mulai dari pengumpulan data, menyusun serta menghubung-hubungkannya, meringkas, mengambil inti sarinya, dan menginterpresentasikannya sesuai dengan persepsi sistem informasi penerima agar menjadi sebuah informasi yang berguna.

          Pengertian Informasi Menurut Gordon B. Davis, (3, hal.26) :
“Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi sipenerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.”

          Lucas, mendefinisikan informasi sebagai berikut (5, hal.5) :
“Informasi adalah suatu kesatuan yang tampak ataupun yang tidak tampak yang fungsinya untuk mengurangi ketidakpastian atau peristiwa dimasa yang akan datang.”

Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah :
1.    Merupakan kesimpulan data yang telah diproses.
2.    Diproses dalam format tertentu
3.    Dapat memberikan arti bagi yang menerimanya.
4.    Bersifat tidak statis dalam proses pengambilan keputusan.

D.   Pengertian Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis adalah sebagai berikut :
Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan data transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”

E.    Pengertian Manajemen

Manajemen merupakan suatu proses pencapaian tujuan melalui orang lain, membantu mencapai tujuan tertentu. Sedangkan pengertian menajemen didefinisikan oleh George R. Terry sebagai berikut :
“Manajemen merupakan suatu proses yang dinamis meliiputi kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan mengendalikan, dibangun untuk menentapkan dan memenuhi berbagai tujuan [lamidjan 1990].”

F.    Pengertian Sistem Informasi Manajemen

          Berdasarkan ketiga kata yang membentuknnya, maka definisi yang menyeluruh dari sistem informasi manajemen seperti yang dikemukakan Gordon B. Davis (3, hal.10) :
“Suatu sistem yang terdiri dari manusia, mesin yang terintegrasi yang menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Sistem ini memanfaatkan Software dan Hardware computer, prosedur manual, model untuk analisis, perencananan, pengendalian, pengambilan keputusan serta database.”
   
     Dalam melaksanakan fungsi-fungsinya manajemen, seorang manajer selalu diharapkan kepada pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan tersebut harus ditunjang oleh suatu sistem informasi yang akurat. Hal ini yang menjadi tujuan sistem informasi manajemen, yaitu menciptakan suatu sistem yang mapu menyediakan informasi dalam bentuk yang terstruktur dan sistemeatis, untuk mendukung para manajer dalam mengambil keputusan atau untuk mendukung fungsi-fungsi manajemen.

Sumber :

Davis, Gordon B, Sistem informasi manajemen, Bag I dan II, Pengantar, PT Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta 1993.
           







Tidak ada komentar:

Posting Komentar